Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan kelas, termasuk melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan penelitian. Salah satu implementasi program ini adalah kegiatan magang riset di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang memberikan pengalaman nyata dalam ekosistem riset profesional.
Selama mengikuti program MBKM di BRIN, Maria C. Karenina atau yang lebih sering disapa Karen merupakan salah satu mahasiswa semester 6 Fisika berperan sebagai asisten peneliti yang terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan laboratorium. Aktivitas yang dilakukan meliputi persiapan bahan sintesis, proses pembuatan dan pelapisan (coating) katalis pada Gas Diffusion Layer (GDL), serta pengeringan menggunakan vacuum oven. Selain itu, Karen juga melakukan pengujian elektrokimia menggunakan instrumen potensiostat (PARSTAT) melalui berbagai metode, seperti Cyclic Voltammetry (CV), Linear Sweep Voltammetry (LSV), Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS), Chronoamperometry (CA), dan pengujian galvanostatik.
Kegiatan penelitian juga didukung oleh diskusi rutin dengan pembimbing dari BRIN maupun dosen pembimbing dari perguruan tinggi asal. Sebagai yang mengikuti program MBKM, Karen diwajibkan untuk menyusun laporan serta logbook penelitian secara berkala sebagai bentuk dokumentasi dan evaluasi kegiatan yang dilakukan.


Topik penelitian yang diangkat dalam kegiatan ini adalah pengembangan katalis berbasis nikel untuk Oxygen Reduction Reaction (ORR) pada aplikasi fuel cell. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan material katalis yang lebih ekonomis sebagai alternatif pengganti katalis berbasis platinum, dengan tetap mempertahankan performa yang optimal. Fokus utama penelitian mencakup peningkatan aktivitas katalitik, kestabilan material, serta efisiensi reaksi dalam media elektrolit basa, seperti kalium hidroksida (KOH). Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi energi bersih yang berkelanjutan dan terjangkau.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sintesis katalis berbasis nikel yang berasal dari limbah baterai, proses coating pada GDL, serta serangkaian pengujian elektrokimia. Peralatan utama yang digunakan antara lain potensiostat (PARSTAT), vacuum oven, timbangan analitik, mikropipet, serta peralatan gelas laboratorium. Proses pembelajaran dilakukan melalui kombinasi antara bimbingan langsung dari peneliti, studi literatur ilmiah, dan praktik laboratorium secara intensif hingga mahasiswa mampu mengoperasikan instrumen secara mandiri.
Selama pelaksanaan kegiatan, Karen memperoleh berbagai pengalaman berharga, khususnya dalam memahami proses penelitian yang sistematis, mulai dari perencanaan eksperimen hingga analisis data. Tantangan yang dihadapi antara lain interpretasi data elektrokimia yang kompleks serta kendala teknis selama proses pengujian. Namun demikian, tantangan tersebut dapat diatasi melalui diskusi dengan pembimbing, studi literatur, serta pengulangan eksperimen dengan kontrol yang lebih baik.
Program MBKM ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa termasuk Karen, baik dari aspek teknis maupun non-teknis. Kompetensi teknis yang berkembang meliputi kemampuan sintesis dan karakterisasi katalis serta pemahaman mekanisme ORR. Sementara itu, kompetensi non-teknis yang diperoleh antara lain kemampuan manajemen waktu, pemecahan masalah, komunikasi ilmiah, serta kemandirian dalam bekerja di lingkungan riset.
Secara keseluruhan, pengalaman mengikuti program MBKM di BRIN memberikan dampak positif terhadap kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia penelitian profesional. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat minat dalam bidang riset material dan energi terbarukan, tetapi juga membuka peluang untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi serta terlibat dalam pengembangan riset di masa mendatang.


