Pelatihan Guru Fisika 2026: Inovasi Pembelajaran Fisika melalui Penerapan AI dalam Fisika

Bandung, 24 Juli 2026 – Program Studi Fisika Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali menyelenggarakan Pelatihan Guru Fisika (PGF) 2026 yang berlangsung pada tanggal 22–24 Juli 2026. Mengusung tema “Inovasi Pembelajaran Fisika: Penerapan AI dalam Fisika,” kegiatan ini menjadi wadah bagi para guru fisika untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran.

Pelatihan ini diikuti oleh guru-guru fisika dari berbagai sekolah menengah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang memiliki semangat untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari perkembangan terbaru dalam teknologi AI serta penerapannya dalam pembelajaran fisika yang lebih interaktif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi seminar, diskusi, dan praktik yang dipandu oleh para narasumber yang berpengalaman di bidang pendidikan, sains, dan teknologi. Empat pembicara utama yang hadir dalam kegiatan ini adalah Bapak Reinard Primulando, Ph.D, Bapak Paulus C. Tjiang, Ph.D, Bapak Drs. Janto V.Sulungbudi, dan Bapak Philips N. Gunawidjaja, Ph.D, yang masing-masing membagikan wawasan, pengalaman, serta praktik terbaik terkait pemanfaatan AI dalam pembelajaran fisika.

Berbagai topik menarik dibahas selama pelatihan, mulai dari pengenalan teknologi kecerdasan buatan, penggunaan AI sebagai alat bantu pembelajaran, pengembangan materi ajar berbasis AI, hingga pemanfaatan berbagai platform digital untuk meningkatkan kreativitas dan efektivitas proses belajar mengajar. Peserta juga diajak untuk mengeksplorasi bagaimana AI dapat digunakan untuk mendukung penyusunan soal, simulasi pembelajaran, visualisasi konsep fisika, serta pengembangan media pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa.

Selain memperoleh materi teoritis, peserta juga mengikuti sesi praktik yang memberikan kesempatan untuk mencoba langsung berbagai aplikasi dan teknologi AI yang dapat diterapkan di kelas. Melalui pendekatan ini, para guru tidak hanya memahami konsep penggunaan AI, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang dapat langsung diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi yang aktif, pertukaran pengalaman antar peserta, serta berbagai ide inovatif yang muncul selama pelatihan menunjukkan tingginya minat para guru untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pendidik dari berbagai daerah untuk saling berbagi inspirasi dan praktik baik dalam pembelajaran fisika.

Melalui penyelenggaraan Pelatihan Guru Fisika 2026, Program Studi Fisika UNPAR menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sains di Indonesia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, guru memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami konsep sains, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan produktif.

Diharapkan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk menghadirkan pengalaman belajar fisika yang lebih inovatif, kreatif, dan bermakna. Melalui tema “Inovasi Pembelajaran Fisika: Penerapan AI dalam Fisika,” PGF 2026 menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pendidikan fisika yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.