Anda berada di halaman:

You’re reading:

Fisika Medis

USG, salah satu fasilitas peralatan di Laboratorium Fisika Medis

Fisika Medis merupakan bidang ilmu yang mengaplikasikan ilmu fisika ke dalam dunia kedokteran, terutama dalam bidang radioterapi dan radiodiagnostik. Fisikawan Medik juga turut berpartisipasi dalam investigasi dan evaluasi kecelakaan radiasi, meningkatkan kemampuan sesuai perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) serta menjadi Petugas Proteksi Radiasi (PPR).

Program konsentrasi/peminatan Fisika Medis pada Program Studi Fisika Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) dibuka dilandaskan pada regulasi pemerintah. Pertama merujuk Kepmenkes No.048/MENKES/SK/I/2007 yang intinya telah mengatur satu keputusan bahwa fisikawan medik menjadi salah satu tenaga kesehatan yang harus ada di tiap rumah sakit. Didukung pula oleh UU Nomor 36 Tahun 2014 dan terbaru dikeluarkannya Permenkes Nomor 24 Tahun 2020 yang isinya pun mengatur bahwa di setiap radiologi klinik wajib memiliki paling tidak satu tenaga fisikawan medik. 

Jalur pendidikan untuk Fisikawan Medis dimulai dengan menempuh jalur pendidikan strata-1 (S1) Program Studi Fisika yang memiliki konsentrasi atau program Fisika Medis. Setelah lulus S1, persis seperti seorang dokter dan perawat, lulusan Fisika Medis harus menempuh pendidikan profesi dalam kurun waktu 1-2 semester. Namun jika ingin memperdalam secara keilmuan, usai menempuh S1 Fisika, disarankan untuk mengambil S2 Fisika Medis. Jika telah mengikuti pendidikan profesi maka akan mendapatkan gelar Fisikawan Medis (F.Med).

Selama perkuliahan, selain Mata Kuliah Wajib, mahasiswa konsentrasi Fisika Medis diwajibkan untuk mengambil Mata Kuliah bidang peminatan sebagai contoh, Pendahuluan Fisika Radiologi dan Dosimetri, Fisika Kesehatan dan Proteksi Radiasi, Radiobiologi, Anatomi dan Fisiologi (Diajar oleh Dokter), Fisika Radioterapi,dan Praktikum Fisika Radiodiagnostik dan Radioterapi/kerja praktik di RS.  

Peluang karier seorang lulusan Fisika Medis tidak terbatas sebagai Fisikawan Medik saja. Seiring berkembangnya teknologi kesehatan yang otomatis juga berpengaruh pada industri kesehatan, di mana lulusan Fisika Medis dapat bekerja di industri alat kesehatan dan lembaga penelitian.

Bila tertarik dan ingin lebih dalam mempelajari tentang Fisika Medis, silahkan menghubungi langsung dosen yang bersangkutan.

 

Berita Terkini

Latest News

Dua Tim Fisika UNPAR Raih Silver Medal pada University Physics Competition 2025

Bandung, 17 Januari 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) di kancah internasional. Dua tim mahasiswa Fisika UNPAR berhasil meraih Silver Medal pada University Physics Competition (UPC)...

Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-71 UNPAR: Innovation with Conscience di Era Kecerdasan Buatan

Bandung, 20 Januari 2026. Apakah Fisika hanya tentang rumus, hitungan, dan soal-soal ujian? Pertanyaan itu dijawab dengan cara yang berbeda dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-71 Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Dalam kesempatan tersebut, Haryanto M. Siahaan,...

Malam Penghargaan UNPAR 2026: Apresiasi Prestasi Sivitas Akademika

Bandung — Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menyelenggarakan Malam Penghargaan UNPAR pada 15 Januari 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis UNPAR. Acara ini menjadi momen istimewa untuk memberikan apresiasi kepada sivitas akademika dan alumni...

Siswa SMA Penabur International Kelapa Gading Kunjungi Fisika UNPAR

Bandung, 14 Januari 2026 — Program Studi Fisika Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menerima kunjungan edukatif dari siswa-siswi SMA Penabur International Kelapa Gading. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia fisika secara kontekstual dan menyenangkan,...

Video

PHY-TALK EP.1

PHY-TALK EP 1 kali ini diisi oleh Bapak Reinard Primulando, Ph.D. dan Bapak Iqbal Auliarachman, M.Si. Pak Reinard Primulando, Ph.D membawakan seminar menarik tentang pembatalan penerbangan akibat radiasi kosmik. Dalam seminar ini dibahas bagaimana radiasi kosmik dapat...