Dua Tim Fisika UNPAR Raih Silver Medal pada University Physics Competition 2025

Bandung, 17 Januari 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) di kancah internasional. Dua tim mahasiswa Fisika UNPAR berhasil meraih Silver Medal pada University Physics Competition (UPC) 2025, sebuah kompetisi fisika tingkat dunia yang diikuti oleh mahasiswa sarjana dari berbagai universitas di seluruh dunia.

Kedua tim peraih medali perak tersebut adalah:

Tim 1 (Supervisor: Pak Janto V. Sulungbudi)

  • Jeven Nathanel
  • Syakira N. Susan
  • Samuel Agung S.

Tim 2 (Supervisor: Pak Reinard Primulando)

  • Vernando Nicky B.
  • Maria C. Karenina H.
  • Elroy Anderson L.

Capaian ini menjadi bukti kualitas akademik, kemampuan analisis, serta ketangguhan kerja tim mahasiswa Fisika UNPAR dalam menghadapi tantangan ilmiah berskala internasional.


Tentang University Physics Competition (UPC)

University Physics Competition adalah kompetisi internasional tahunan bagi mahasiswa sarjana fisika. Dalam kompetisi ini, mahasiswa bekerja dalam tim beranggotakan tiga orang dari universitas masing-masing selama 48 jam penuh untuk:

  • Memilih satu dari dua permasalahan fisika dunia nyata,
  • Melakukan analisis teoretis berbasis prinsip fisika,
  • Melakukan riset mandiri dengan berbagai sumber (buku, jurnal, internet, pemrograman, dan komputasi),
  • Serta menulis paper ilmiah formal berbahasa Inggris lengkap dengan abstrak, metodologi, analisis, dan referensi.

Permasalahan yang diberikan bersifat terbuka, konseptual, dan sering kali memiliki data terbatas, sehingga menuntut kreativitas, kemampuan pemodelan, serta penalaran ilmiah yang kuat. Tidak ada satu jawaban benar, melainkan berbagai pendekatan yang harus dipertanggungjawabkan secara ilmiah.


Strategi Kerja Tim Selama 48 Jam

Dalam waktu yang sangat terbatas, kedua tim menerapkan strategi pembagian peran yang efektif. Setiap anggota memiliki tanggung jawab spesifik, mulai dari perumusan solusi, penyusunan format paper, hingga penulisan dan penyuntingan isi.

Namun, kunci utama keberhasilan mereka adalah komunikasi dan saling mengecek pekerjaan satu sama lain. Selain bekerja keras, tim juga menjaga stamina dengan mengatur waktu istirahat, makan, dan tidur agar tetap fokus selama kompetisi berlangsung.

Pendekatan kerja yang santai namun terstruktur membantu mereka tetap produktif tanpa kehilangan ketelitian ilmiah.


Pengalaman Jeven Nathanel: Dari Gugup hingga Bangga

Bagi Jeven Nathanel, salah satu anggota Tim 1, medali perak ini menjadi pengalaman emosional sekaligus akademik yang sangat berharga.

Awalnya, ia mengaku merasa gugup mengikuti kompetisi tahun ini. Pengalaman sebelumnya serta komposisi tim yang bukan kakak tingkat membuatnya khawatir tidak dapat menghasilkan paper yang optimal.

Namun, seiring berjalannya waktu, rasa gugup tersebut berubah menjadi kepercayaan diri.

“Saya pribadi merasa sangat senang bisa meraih silver medal dan membanggakan UNPAR serta orang tua saya. Rekan tim saya tentu merasakan hal yang sama,” ujarnya.

Menurut Jeven, komunikasi yang lancar antaranggota tim membuat proses diskusi menjadi nyaman tanpa konflik besar. Meski ada beberapa bagian paper yang tertunda hingga hari terakhir dan waktu tidur berkurang, mereka tetap mampu menyelesaikan paper tepat waktu.

Tantangan terbesar justru datang dari sisi akademik: menentukan pendekatan awal dari banyak kemungkinan solusi serta menjelaskan hasil analisis dalam bahasa Inggris secara jelas dan meyakinkan.

Dari pengalaman tersebut, ia belajar banyak tentang manajemen waktu dan kepercayaan terhadap rekan satu tim.

“Pelajaran paling berharga adalah bagaimana mengatur waktu dan mempercayai rekan tim. Tanpa kerja sama yang baik, mustahil menyelesaikan paper dalam 48 jam.”


Peran Dosen Pembimbing

Meski peraturan UPC melarang bantuan langsung selama kompetisi berlangsung, peran dosen pembimbing tetap sangat penting. Para supervisor memberikan pembekalan awal, menjelaskan aturan kompetisi, serta menyediakan fasilitas dan lingkungan kerja yang kondusif bagi mahasiswa. Dukungan ini membantu mahasiswa lebih siap secara mental maupun teknis sebelum memasuki 48 jam yang krusial.


Menginspirasi Generasi Berikutnya

Keberhasilan dua tim Fisika UNPAR meraih Silver Medal di UPC 2025 menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global melalui kemampuan analisis, kreativitas ilmiah, dan kolaborasi tim.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani mencoba tantangan internasional dan mengembangkan kompetensi di bidang fisika.

Selamat kepada seluruh anggota tim dan para dosen pembimbing atas pencapaian luar biasa ini. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal menuju capaian yang lebih tinggi di masa depan.