Workshop of Active Learning in Optics and Photonics 2019

Workshop of Active Learning in Optics and Photonics (ALOP) kembali digelar untuk kedua kalinya di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). ALOP 2019 diselenggarakan atas kerjasama antara Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Unpar (FTIS Unpar) dengan Center for Young Scientists (CYS), The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), The International Society for Optics and Photonics (SPIE), International Centre for Theoretical Physics (ICTP), dan Pudak Scientific.

ALOP merupakan program yang dilaksanakan oleh UNESCO khususnya bagi negara-negara berkembang. Workshop ALOP 2019 diselenggarakan selama lima hari pada 6-10 Oktober 2019 di Laboratorium Fisika Dasar kampus Unpar. Sebanyak 30 peserta mengikuti workshop ALOP 2019. Para peserta terdiri dari guru-guru Fisika SMP, SMA, atau sederajat dari berbagai daerah di Indonesia dan 1 peserta dari Pakistan. Tidak hanya itu, ALOP mengundang lima orang pengajar dari UNESCO, Amerika Serikat, Australia, dan Filipina.

“Guru fisika diajarkan bagaimana memberikan materi melalui metode dan cara belajar yang baru, yaitu dengan metode PODS. Guru tidak mengajar seperti biasa, menghitung menggunakan rumus, namun guru-guru diajarkan untuk nantinya mengajarkan melalui fenomena yang terjadi di kehidupan sehari-hari terlebih dahulu,” tutur Monica Raharti, selaku direktur Center for Young Scientist (CYS).

Teknik baru yang dicoba diajarkan kepada guru-guru fisika yang mengikuti workshop ini dilihat sebagai suatu hal yang sangat penting. Teknik tersebut  penting untuk mengubah cara berpikir siswa, yang mana dengan teknik baru ini, siswa dapat belajar dan mencari tahu fenomena-fenomena yang ada secara mandiri.

Adapun beberapa topik yang diajarkan dalam workshop ini antara lain Geometrical Optics, Lenses and Optics of the eye, Interference and Diffraction, Atmospheric Optics, Optical Data Transmission, Wavelength Division Multiplexing, dan Optical Communication Using Wavelength Division Multiplexing. “Harapan dengan diadakannya (ALOP) adalah pelajaran fisika di Indonesia semakin disukai oleh orang-orang, anak-anak mau belajar (Fisika) karena senang, dan guru-guru diharapkan mengajar dengan lebih menyenangkan,” tutup Monica. (YJR/DAN)

Sumber: http://unpar.ac.id/workshop-of-active-learning-in-optics-and-photonics-2019/