Workshop on Active Learning in Optics and Photonics (ALOP) 2017

ALOP 2017 terselenggara atas kerjasama antara FTIS Unpar dengan The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), International Centre for Theoretical Physics (ICTP), Center for Young Scientists (CYS), SPIE, dan Pudak Scientific. ALOP 2017 berlangsung selama lima hari pada 15-19 Mei 2017 bertempat di Laboratorium Fisika Dasar, Gd. 10, Lt. 3, Unpar, Jalan Ciumbuleuit No.94 Bandung.

   

ALOP yang diinisiasi oleh UNESCO merupakan workshop pembelajaran optik dan fotonik secara aktif, aplikatif dan praktis menggunakan alat dan bahan yang tersedia secara lokal dan murah. Tahun ini merupakan kali ketiga ALOP terselenggara di Indonesia. Tiga fasilitator dalam pelatihan ALOP 2017 yaitu Prof. David Sokoloff (University of Oregon), Prof. Ivan Culaba ( Ateneo De Manila University), dan Prof. Alex Mazzolini (Swinburne University).

Kepala Laboratorium Fisika Lanjut Janto V. Sulungbudi mengatakan bahwa melalui kegiatan ALOP, pihak penyelenggara ingin memperkenalkan metode pembelajaran yaitu Active Learning kepada para tenaga pendidik untuk kemudian diterapkan dalam proses belajar mengajar. “Active learning ini lebih menekankan pada retensi, pada seberapa lama daya tangkap seseorang (tenaga pendidik maupun peserta didik)”, ujarnya. Melalui kegiatan ini, ungkap beliau, sistem pendidikan Indonesia yang masih menerapkan metode ‘tutor’ dapat beralih ke metode active learning.

Sebanyak 31 peserta menghadiri kegiatan ALOP 2017. Peserta pelatihan terdiri dari guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dari seluruh Indonesia yang dipilih oleh UNESCO serta sejumlah universitas dan institusi dari Indonesia juga negara-negara tetangga seperti Kamboja dan Timor Leste.

Salah seorang peserta yang merupakan guru Fisika di SMA Taruna Nusantara Jawa Tengah, Drs. Harsono, M. Pd., M. Si., menyampaikan bahwa ALOP menjadi salah satu wadah pengembangan di dalam proses pembelajaran khususnya bagi studi Fisika di bidang optik dan fotonik.  “Berkaitan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat, kami (para guru) masih perlu belajar (sebagai bekal) dalam mengampu kepada para siswa”, ungkapnya.

Dalam hal ini, tambah beliau, para guru didorong untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut melalui ALOP.

Adapun, topik-topik yang diangkat dalam pelatihan kali ini diantaranya Introduction to Active Learning; Light and Optics Conceptual PretestGeometric OpticsOptics of the EyeWave OpticsAtmospheric OpticsOptical Communications & WDM (Wavelength Division Multiplexing); ALOP Workshop Introduction & Summary; dan Light and Optics Conceptual Post-test.

 

 

Sumber: unpar.ac.id

X