“TERCEBUR” DI FISIKA UNPAR

20160602_070348

Seperti judul saya di atas, ya, saya “tercebur” ke dalam Fisika Unpar pada tahun 2009. Karena “tercebur” itulah saya merasa kaget luar biasa ketika pertama kali saya masuk. Dengan jumlah angkatan hanya 6 orang, saya merasa ragu dengan perkuliahan saya di tahun-tahun ke depan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, keraguan saya mulai hilang dan berganti dengan rasa bangga. Jumlah mahasiswa yang sedikit justru menjadi nilai plus. Jumlah boleh sedikit tapi keakraban kami bagaikan “keluarga”. Kegiatan-kegiatan himpunan di luar perkuliahan mengakrabkan kami. Bukan hanya dengan para mahasiswa tapi juga dengan para dosen. Mulai dari dosen yang paling sepuh sampai yang paling jahil, Beliau adalah “orang tua” kami di kampus. Dengan suasana belajar yang mendukung, seberat dan sesusah apapun mata kuliah dan tugas yang diberikan tidak menyurutkan semangat saya untuk menyelesaikan perkuliahan tepat waktu.

Bulan Juli tahun 2013 saya mengenakan toga, untuk terakhir kalinya bergelar Mahasiswi Fisika Unpar, berpisah dengan “keluarga” untuk memulai kehidupan baru yaitu “bekerja”. Pekerjaan saya sekarang di bidang perbankan memang tidak berhubungan dengan Fisika. Kurang lebih 100 nasabah yang saya temui selalu bertanya, “Kok bisa dari Fisika masuk ke Bank?”. Tentu saja bisa karena apa yang saya pelajari di Fisika Unpar bukan hanya hukum Fisika, rumus, dan perhitungan lain. Cara berpikir logis, sistematis dan kerja sama, hal-hal itulah yang menjadi modal saya. Saya mendapatkan itu semua karena belajar dan berkegiatan selama 4 tahun di Fisika Unpar. Belajar di Fisika Unpar tidak mudah, rumit, menyebalkan namun juga menyenangkan, membanggakan, dan membuat “kangen”. Untuk yang memang memilih Fisika Unpar sebagai jurusan kuliah dari hati nurani, bersenang-senanglah. Untuk yang “tercebur” seperti saya, belajarlah untuk menikmatinya. Tidak harus berenang terburu-buru. Berenanglah pelan-pelan sambil menikmati aliran airnya. Hingga pada akhirnya akan terucap satu kalimat, “Saya tidak pernah menyesal tercebur ke Fisika Unpar”

Terima kasih,

Maria Carolina Gunawan

Fisika Unpar – 2009

X