Pengalaman Studi Lanjut Di University of Saskatchewan, Canada (Alumni Fisika UNPAR: Canisius Bernard)

Setelah lulus SMA pada tahun 2012 saya masuk Fisika Unpar. Saya memilih Fisika Unpar karena suasana perkuliahan di Unpar lebih nyaman baik secara fisik maupun suasana belajarnya. Dosen-dosennya selain berwibawa dan tegas, tetapi sekaligus juga bisa dekat dengan mahasiswa. Menurut saya para dosen di jurusan Fisika Unpar seperti orang tua di rumah kedua yaitu kampus Universitas Katolik Parahyangan Bandung. 


Banyak sekali ilmu pengetahuan di bidang fisika dan matematika serta ilmu untuk kehidupan sehari-hari yang saya dapat selama empat tahun kuliah dan dua tahun sebagai asisten pengajar mata kuliah di Fisika Unpar. Semua itu saya rasakan manfaatnya setelah saya mendapatkan kesempatan untuk studi lanjut di University of Saskatchewan, Saskatoon, Kanada di Department of Physics and Engineering Physics.

Di University of Saskatchewan (disingkat U of S) ini kegiatan saya adalah mengikuti perkuliahan, melalukan riset, dan mendapatkan tugas Teaching Assistant sebagai Laboratory Demonstrator di General Physics Laboratory. Mengajar mahasiswa undergraduate (S-1) eksakta di lingkungan kampus U of S.

Semua ilmu dari perkuliahan di Fisika Unpar ternyata menjadi modal dasar yang baik sehingga saya dapat mengikuti segala kegiatan belajar mengajar di U of S. Mulai dari kuliah fisika dasar sampai kuliah fisika tingkat lanjut berikut juga dari kegiatan responsi dan praktikum, semua itu dapat saya gunakan kembali ketika saya mengikuti kuliah lanjut di U of S dan ketika saya harus mengajar di laboratorium fisika dasar U of S.

Kampus saya yang baru ini, merupakan kampus internasional. Mahasiswa yang belajar di sini datang bukan hanya dari Kanada saja melainkan datang dari negara-negara di berbagai tempat di dunia seperti dari Eropa, China, Timur Tengah, Jepang, Korea, Amerika Selatan, dan Afrika. 

Berbagai fasilitas penunjang baik untuk proses pembelajaran atau riset tersedia di sini. Salah satu yang berkesan bagi saya adalah The Canadian Light Source (CLS) yang merupakan fasilitas riset nasional milik Kanada. CLS adalah Synchrotron Light Source, berlokasi di kompleks University of Saskatchewan. Sebagai synchrotron milik nasional, riset yang dapat dilakukan meliputi jangkauan dari skala virus, superconductor sampai pada dinosaurus. Digunakan lebih dari 1000 peneliti dari berbagai belahan dunia untuk riset kesehatan, pertanian, lingkungan, dan riset material lanjut.

Selain mengikuti perkuliahan dan menjadi teaching assistant, kegiatan saya yang lain adalah sebagai periset fisika gravitasi. Tugas ini merupakan tugas yang terberat oleh sebab itu haruslah saya mempunyai suatu role model yang senantiasa menemani supaya tetap semangat manjalankan riset.

Kali ini saya sebagai periset pemula mengambil beberapa buah pikir dari Prof. Tasuku Honjo, dari Kyoto University yang baru-baru ini mendapatkan Noble Prize in Physiology or Medicine (2018). Buah pikirnya yaitu dikenal sebagai Six “C” s for Successful Research:

Curiosity          :Cherish curiosity!

Courage          :Have courage!

Challenge        :Tackle tough challenges!

Confidence      :Be confident!

Concentration :Concentrate all energy!

Continuation   :Continue with perseverance!

Dan satu nasehat penting lainya dari Prof. T. Honjo adalah:

Aim to be the only one rather than No. 1“.

Kiranya petunjuk di atas dapat dipakai untuk memotivasi kita agar memulai menyenangi kegiatan meneliti.

Sumber : Canisius Bernard, S.Si, Alumni Fisika UNPAR angkatan 2012