Mengintip Keindahan Gerhana “Blood Moon” di Imah Noong

Waktu sudah menunjukan pukul 22.00 ketika kami dalam perjalanan menuju Kampung Eduwisata Imah Noong ditemani dengan gemerlap bintang dan cahaya purnama, rombongan kami berisikan kombinasi mahasiswa dan alumni Program Studi Fisika (Vincent, Arifin, Michael, Sovia), Matematika (Asen, Nadya, Azka) dan Informatika (Andreas), Fakultas Teknologi Informasi dan Sains UNPAR. Acara “Ngawangkong Samagaha” yang berarti Ngobrol dengan Gerhana diadakan oleh Imah Noong yang terletak di Desa Wangunsari, Lembang, acara dimeriahkan dengan Pasar Purnama, Perkemahan, Peneropongan Planet, Peneropongan Gerhana, pemutaran film di Musholatorium (Perpaduan antara Mushola dan Planetarium) dan Solat Gerhana. Sesampainya di tempat kami langsung menuju area utama pengamatan yaitu pelataran rumah pemilik Imah Noong, bapak Hendro Setyanto. Tersedia 5 buah teropong yang disediakan untuk mengamati bulan, planet maupun bintang. Selain mengamati dengan kasat mata, kami membawa sebuah alat yaitu fiber optic spectrometer sehingga spektrum cahaya bulan bisa kami amati, sayang hanya spektrum purnama yang bisa diambil, cahaya gerhana yang redup sehingga tidak bisa mengumpulkan data.

          

Kami menonton simulasi gerhana yang diproyeksikan ke langit-langit Musholatorium, sambil berbaring rasanya seperti benar-benar berada di luar angkasa. Film lain yang diputar adalah “Journey to the Center of Milky Way”. Berbagai macam pengunjung menghadiri acara tersebut, mahasiswa dari Universitas lain, rombongan keluarga, Kementerian Agama, warga sekitar dan tentunya para penggemar angkasa luar.

Spektrum Cahaya Bulan dari 11 sampel data

Pengalaman yang kami dapatkan sangatlah berharga, karena gerhana seperti ini hanya terjadi ratusan tahun sekali, sebuah pengalaman yang sangat berharga untuk mengakhiri masa liburan. Kedepannya akan dirintis acara rutin untuk mengamati peristiwa dan benda-benda langit, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan indahnya angkasa luar dan berpartisipasi aktif dalam penjelajahannya.

Teleskop tipe Refraktor 80 mm dengan Fiber Optic Spectrometer

 

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul:  “Ini Tiga Tipe Teleskop yang Digunakan Imah Noong Untuk Meneropong Penampakan Blood Moon Tadi Malam” ( http://jabar.tribunnews.com/2018/07/28/ini-tiga-tipe-teleskop-yang-digunakan-imah-noong-untuk-meneropong-penampakan-blood-moon-tadi-malam)

Penulis: Fasko dehotman

Editor: Yudha Maulana

 

(Muhammad Arifin Dobson)