Dosen Fisika UNPAR Menjadi Juri pada Lomba Greenmech untuk Siswa-Siswi SD

JAKARTA, KOMPAS — Lomba Greenmech dan Robot Bermisi tingkat nasional untuk ketiga kalinya diselenggarakan. Jika dahulu pesertanya siswa kelas V sekolah dasar hingga SMA, kini pesertanya mulai dari siswa kelas I sekolah dasar. Hal ini bertujuan meningkatkan minat generasi muda terhadap sains.

Dahulu peserta lomba hanya siswa kelas V SD hingga SMA karena mereka harus merancang dan membangun struktur bergerak berlandaskan teori permesinan Rube Goldberg, yaitu membuat rangkaian struktur untuk menuntaskan tugas sederhana. Selain itu, juga ada tantangan membuat Robot Bermisi (R4M) yang dikendalikan melalui komputer maupun telepon pintar.

“Ternyata, banyak sekolah yang berminat untuk mengikuti lomba dan meminta ada kategori bagi anak-anak kelas I hingga IV SD yang selama ini dianggap terlalu muda untuk ikut,” kata Pendiri Rumah Edukasi, Mulia Anton, di sela-sela Lomba Nasional ke-3 Greenmech dan R4M di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Ternyata, banyak sekolah yang berminat untuk mengikuti lomba dan meminta ada kategori bagi anak-anak kelas I hingga IV SD yang selama ini dianggap terlalu muda untuk ikut.

Oleh sebab itu, kini panitia membagi lomba menjadi tiga kategori, yaitu lomba membuat struktur Greenmech untuk siswa kelas V SD hingga SMP, lomba R4M untuk SMP hingga SMA, dan Greenmech Junior untuk siswa kelas I hingga IV SD. Total ada 33 sekolah dari SD hingga SMA yang siswanya menjadi peserta lomba ini. Sekolah-sekolah tersebut antara lain berasal dari Medan (Sumatera Utara), Jakarta, Tangerang (Banten), dan Sidoarjo (Jawa Timur).

Kepala Laboratorium Fisika Lanjut Universitas Katolik Parahyangan, Janto V Sulungbudi yang menjadi ketua dewan juri menjelaskan, para siswa kelas I-IV SD ditantang untuk membuat mobil dari balok-balok yang sudah disediakan. Mobil terdiri dari dua jenis, pertama menggunakan karet gelang sebagai pemicu gerak dan tipe kedua adalah mobil inersia atau roda gila.

“Setiap tim dikirimi paket balok dan peralatan untuk membuat mobil, tapi rancangan dan bangunan mobil terserah bentuk yang disepakati siswa dengan guru pembimbing,” ujarnya.

Janto menjelaskan, dalam lomba para peserta ditantang untuk meluncurkan mobil ke landasan yang ditentukan. Targetnya adalah mobil mencapai titik nomor tiga. Apabila mobil bergerak terlalu jauh atau belum mencapai titik tujuan, nilai peserta akan dikurangi. Setiap tim memiliki kesempatan mencoba dua kali. Nilai final adalah rata-rata dari kedua nilai percobaan tersebut.

Menurut dia, tantangan ini membuat siswa belajar bekerja sama untuk merancang, membangun, menyusun strategi, dan membuat keputusan. Selama lomba, siswa diminta merakit kembali mobil mereka dari nol. Orangtua dan guru hanya boleh mengamati dari luar area lomba.

Tantangan ini membuat siswa belajar bekerja sama untuk merancang, membangun, menyusun strategi, dan membuat keputusan.

“Sains pada kenyataannya adalah praktik yang melibatkan berbagai unsur pendidikan eksakta dan sosial. Pengalaman dari lomba-lomba sebelumnya menunjukkan, pintar berhitung dan membuat desain tidak cukup. Tim pemenang selalu memiliki anggota yang saling mendukung, tidak mudah menyerah, dan kreatif,” kata Janto.


KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR

Ketua Dewan Juri Lomba Greenmech dan R4M Nasional 2019, Janto V Sulungbudi (berdiri di sebelah kiri) mengamati para peserta kategori Greenmech Junior, khusus untuk siswa kelas I-IV SD menjalankan mobil balok buatan mereka di Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Lomba Greenmech Junior dimenangi oleh SD Tarakanita 2 Jakarta. Adapun pemenang lainnya adalah SD Marsudirini BSB Semarang (Greenmech SD), SD Sutomo 1 Medan (R4M SD), SMP Tarakanita 4 Jakarta (Greenmech SD), SMP Sutomo 2 Medan (R4M SMP), SMA Methodist 6 Medan (Greenmech SMA), dan SMA Sutomo 2 Medan (R4M SMA). Para pemenang akan diberangkatkan ke Taiwan untuk mengikuti lomba Greenmech dan R4M tingkat dunia pada 1 Agustus mendatang.

Dikutip dari:  https://kompas.id/baca/utama/2019/05/13/lomba-greenmech-kini-juga-untuk-kelas-i-iv-sd

” Lomba Greenmech Kini juga untuk Kelas I-IV SD” Oleh : LARASWATI ARIADNE ANWAR . 13 Mei 2019 · 04:50 WIB