The Conference on Theoretical Physics and Nonlinear Phenomena (CTPNP) XIV

Keberagaman fenomena alam semesta menjadi tantangan bagi ilmuwan dan akademisi untuk dipecahkan menggunakan ilmu pengetahuan. Salah satunya, lewat berbagai paradigma dalam bidang ilmu fisika. Seiring dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, peran para ahli fisika teori menjadi semakin penting dalam membuka rahasia alam semesta yang luas ini. Kegiatan pertemuan para fisikawan menjadi sarana pertukaran ilmu antarakademisi.

Pada Selasa (1/8),  Program Studi Fisika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), bekerja sama dengan Grup Fisikawan Teoritik Indonesia (GFTI) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar pertemuan fisikawan teori dalam The Conference on Theoretical Physics and Nonlinear Phenomena (CTPNP), dengan mengambil tema Ripples of Knowledge in Our Vast UniverseKegiatan ini merupakan pertemuan ke-14, sekaligus menjadi yang pertama di Unpar, yang diselenggarakan oleh The Consortium of Conference on Theoretical Physics and Nonlinear Phenomena.

Membuka konferensi, Wakil Rektor Bidang Akademik Unpar, Paulus Cahyono Tjiang, Ph.D mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan dari berbagai pihak sehingga kegiatan CTPNP dapat diselenggarakan di Kampus Unpar. Ia juga mengutarakan pandangannya berkaitan dengan perkembangan fisika teoritik yang sangat pesat, dikarenakan adanya sarana dan teknologi yang semakin canggih dan akurat. Tetapi, hal ini belum mampu menjawab semua pertanyaan yang ada di alam semesta. Permasalahan massa sedikit demi sedikit telah terkuak, namun berbagai fenomena seperti “Dark Matter” dan “Extradimension” masih menunggu untuk diungkap oleh para fisikawan teori dunia.

Pembicara pertama dalam konferensi adalah Profesor Pantur Silaban, fisikawan senior dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang memberikan pemaparan bertema Dynamical Laws in General Relativity. Dalam paparannya, ia mengingatkan pentingnya mempelajari sejarah ilmu pengetahuan, serta meningkatkan dan mempertahankan kemampuan berhitung secara manual, kepada rekan-rekan fisikawan teoritik.

Berikutnya, Tasrief Surungan Ph.D mempresentasikan hasil penelitiannya dalam bidang Non-Canonical Spin Glasses, yang telah menjadi perdebatan tersendiri di kalangan fisikawan teoritik di seluruh dunia. Keynote speaker terakhir berasal dari Program Studi Fisika Unpar, Reinard Primulando, Ph.D, yang membahas berbagai kemungkinan baru terkait dengan penggunaan Large Hadron Collider (LHC) jilid kedua melalui presentasinya, The Status and Prospectof New Physics at the LHC Run 2.

 

Sesi diskusi panel diikuti oleh peserta konferensi untuk memperkenalkan dan mendiskusikan penelitian terbaru mereka dalam bidang fisika teori. Sebanyak 21 orang ahli fisika dari berbagai universitas dan instansi keilmuan seluruh Indonesia menyampaikan hasil penelitian mereka dalam tiga sesi paralel. Beragam bidang fisika teori tersebut mencakup Astrofisika, Fisika Komputasional, Condensed Matter Physics, Gravitasi dan Kosmologi, Fisika Matematis, Fisika Nonlinear, Fenomenologi Nuklir dan Partikel, dan String Theory.

Sumber : unpar.ac.id

X