Berkreasi dan Berinovasi dalam Ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi

Agen perubahan bangsa kerap dikaitkan dengan generasi muda, terutama mahasiswa. Jenjang pendidikan tinggi bagai humus bagi jiwa muda untuk berinovasi. Merujuk pada pasal 13 dan 14 Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, mahasiswa merupakan insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi, bakat, dan minat di perguruan tinggi untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi, atau profesional melalui kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.

Sejak 1986, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) menyelenggarakan pemilihan mahasiswa berprestasi (Pilmapres) untuk memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang meraih kesuksesan dalam kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Akronim “Pilmapres” baru digunakan pada 2017 ketika sejak 2004 lalu menggunakan sebutan Mawapres, kepanjangan dari mahasiswa berprestasi. Serupa seperti tahun sebelumnya, Pilmapres kali ini pun dibagi ke dalam dua kategori, yakni jenjang diploma dan sarjana. Namun, prosedur, kriteria, dan metode penilaian berbeda dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya karena peningkatan, perbaikan, dan penyempurnaan kualitas yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti.

Pilmapres kali ini bertemakan “Peningkatan Produktivitas Iptek dan Inovasi untuk Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkarakter Unggul”. Tujuan gelaran Pilmapres tidak hanya memberi penghargaan, juga motivasi kepada mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler dalam rangka menyeimbangkan hard skills dan soft skills.

Untuk bersaing di Pilmapres pun terbilang tidak mudah. Kriteria yang tercatat di dalam buku pedoman menuliskan peraihan minimal indeks prestasi kumulatif (IPK), pembuatan karya tulis ilmiah, mencantumkan sepuluh prestasi atau kemampuan yang diunggulkan, mengunggah video yang menunjukkan keterampilan berbahasa Inggris, dan kriteria lainnya. Prosedur pemilihan pun dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat jurusan, fakultas, perguruan tinggi, koordinator perguruan tinggi swasta (Kopertis) wilayah, dan terakhir nasional.

Riset Mahasiswa Unpar

Muhammad Arifin Dobson, mahasiswa program studi Fisika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), meraih juara pertama pada seleksi Kopertis Wilayah IV. Peserta yang berhasil lolos, termasuk Arifin, kemudian menjalani proses seleksi tahap I secara daring yang tengah berlangsung sejak 6 Mei hingga 6 Juni mendatang.

Karya tulis ilmiah yang ia buat, atau biasa Arifin sebut sebagai riset, bertajuk “Inovasi Sistem Pembangkit Listrik dalam Mewujudkan Kedaulatan Energi Pedesaan.” Tulisan itu menyebutkan, lebih dari 11 juta rumah tangga di seluruh penjuru Indonesia tidak memiliki akses listrik dari PLN, berdasarkan data Rasio Elektrifikasi Nasional 2015. Peningkatan jumlah desa tidak berbanding lurus dengan pembangunan infrastruktur penghasil listrik. Padahal, kebutuhan listrik diperlukan untuk melakukan kegiatan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lainnya demi meningkatkan produktivitas masyarakat.

Menurut Arifin, sistem pembangkit listrik yang bersifat high-tech mengakibatkan penyebaran yang tidak merata ke wilayah pedesaan. Inovasi yang ditawarkan mahasiswa kelahiran Palangkaraya itu adalah mengubah cara pengumpulan, transmisi, dan konversi yang bersifat low-tech sehingga dapat dibangun, dirawat, dan diduplikasikan oleh masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Arifin menekankan bahwa inovasi yang ia tawarkan ini tidak akan dipatenkan supaya terjangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia. Disebutkan dalam tulisan Arifin, rancangan inovasi pembangkit listrik akan dituangkan ke dalam sebuah buku panduan dan didistribusikan secara massal melalui internet.

Pembangkit listrik ini diupayakan supaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang hidup di berbagai tipe wilayah, seperti gunung, lembah, pesisir pantai, tepi sungai, dan lainnya. Arifin juga berharap melalui riset yang ia buat, ia lolos pada tahapan pasca memenangi Kopertis Wilayah IV.

Nantinya, mahasiswa berprestasi terpilih akan diberikan piagam dan penghargaan lainnya oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, serta mendapatkan prioritas untuk difasilitasi dalam berbagai kegiatan mahasiswa, seperti beasiswa, seminar, dan lainnya.

Sumber: Kompas – Griya Ilmu (Selasa, 23 Mei 2017)

X